Minggu, 02 Desember 2012

One Direction - Kiss You Lyrics

(Zayn)
Oh I just wanna take you anywhere that you like
We can go out any day any night
Baby I'll take you there take you there
Baby I'll take you there, there

(Harry)
Oh tell me tell me tell me how to turn your love on
You can get get anything that you want
Baby just shout it out shout it out
Baby just shout it out

(Liam)
And if you
You want me to
Lets make a move, yeah

(Harry)
So tell me girl if every time we

(All)
Touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you

(Zayn)
Oh baby, baby don't you know you got what I need
Lookin' so good from your head to your feet
C'mon come over here over here
C'mon come over here yeah

(Niall)
Oh I just wanna show you off to all of my friends
Makin' them drool down their chiney chin chins
Baby be mine tonight, mine tonight
Baby be mine tonight yeah

(Liam)
And if you
You want me too
Lets make a move, yeah

(Zayn)
So tell me girl if every time we

(All)
Touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you
Let me kiss you
Let me kiss you
Let me kiss you
Let me kiss you

Na na na na na na na na
Na na na na na na na na
Na na na na na na na na

(Louis)
Yeah so tell me girl if every time we

(All)
Touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
Touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

Touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

If you don't wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
Touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah

One Direction - Little Things Lyrics


Your hand fits in mine like its made just for me
But bear this in mind, it was meant to be
And I’m joining up the dots with the freckles on your cheeks
And it all makes sense to me…

I know you’ve never loved the crinkles by your eyes
When you smile, you’ve never loved your stomach or your thighs
The dimples in your back by the bottom of your spine
But I love them endlessly

I wont let these little things slip out of my mouth
But if I do,
Its you, oh its you they add up to
I’m in love with you
And all these little things

You can’t go to bed without a cup of tea
And maybe that’s the reason you talk in your sleep
And all those conversations are the secrets that I keep
Though it makes no sense to me

I know you’ve never loved the sound of your voice on tape
You never want to know how much you weigh
You still have to squeeze into your jeans
But your perfect to me…

I wont let these little things slip out of my mouth
But if its true
Its you, its you they add up to
I’m in love with you
And all these little things

You’ve never loved yourself half as much as I love you
You’ll never treat yourself right darlin’
But i want you to
If I let you know I’m here for you
Maybe you’ll love yourself
Like I, love you

Oh
I’ve just let these little things slip out of my mouth
‘Cause its you, oh its you, its you they add up to
And I’m in love with you
And all these little things

I wont let these little things slip out of my mouth
But if it’s true
Its you, its you they add up to
I’m in love with you
And all your little things

Minggu, 04 November 2012

Inilah Kawan!

Sumpah Pemuda-nya memang sudah seminggu yang lalu. Tapi ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan? Oke, jadi saya di sini mau ngepos tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda. Kalau menurut saya, di sini saya akan lebih cenderung membandingkan sih.

Oke, jadi pertama kita harus mengetahui teks Sumpah Pemuda yang diikrarkan 28 Oktober 1928 yang berbunyi:
1. Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satu, tanah air Indonesia
2. Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satu, bangsa Indonesia
3. Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia

Pada teks pertama, tertulis bahwa kita -seharusnya- bertumpah darah yang satu yaitu tanah air Indonesia. Tapi yang kita lihat saat ini, kerap kali terjadi tawuran antar pelajar yang hanya dikarenakan alasan sepele. bahkan sudah menjadi tradisi pun dijadikan kerap dijadikan alasan. Padahal pemuda-pemudi zaman dahulu berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Sementara pemuda-pemudi saat ini mengisi kemerdekaan dengan 'begitu'?

Kemudian tertulis juga bahwa pemuda-pemudi Indonesia berbangsa satu yaitu Bangsa Indonesia. Pemuda-pemudi zaman dahulu merasa sangat bangga karena terlahir sebagai orang Indonesia. Sementara yang kita lihat saat ini, banyak pemuda-pemudi yang lebih bangga jadi bangsa lain. Mau bukti? Lewat lagu contohnya, sekarang ini kebanyakan kalau ditanya lebiha hafal mana antara lagu-lagu nasional/daerah dan lagu-lagu KPop/barat pasti langsung menggemakan lagu-lagu KPop dengan gaya ala boy/girlband. Atau kalau tidak ya   langsung menyanyikan lagu penyanyi barat favorit mereka dengan gaya khas si penyanyi. Pemuda-pemudi masa kini juga lebih bangga mengaku menjadi bangsa lain. Mereka sering ngaku-ngaku lahir di negara lain. Ckckckck mau jadi apa bangsa ini, kawan?

Selanjutnya, tertulis juga bahwa pemuda-pemudi Indonesia menjunjung bahasa persatuan yaiutu Bahasa Indonesia. Tapi sekali lagi yang kita lihat saat ini sudah terdapat banyak penyimpangan. Perlu contoh?
-Dahulu: Boediman
-Sekarang: BueDhiiE IngiiEntzH tElcHenyuuMh
Kontras!
-Dahulu: Serius? Beneran? Demi apa?
-Sekarang: Ciyus? Enelan? Miapah?
MIAYAAAAMM!!



Oke oke. Saya rasa penjelmaan saya cukup sekian dulu. Semoga pemuda-pemudi yang tersesat itu segera disadarkan demi bangsa Indonsia yang lebih baik.

:)





-Pamela Devi Cahyarini-

Minggu, 21 Oktober 2012

Live While We're Young ^^


[LIAM PAYNE]
Hey girl, I'm waitin' on ya, I'm waitin' on ya
Come on and let me sneak you out
And have a celebration, a celebration
The music up, the window's down
[ZAYN MALIK]
Yeah, we'll be doing what we do
Just pretending that we're cool
And we know it too
Yeah, we'll keep doing what we do
Just pretending that we're cool
So tonight
[ALL]
Let's go crazy, crazy, crazy till we see the sun
I know we only met but let's pretend it's love
And never, never, never stop for anyone
Tonight let's get some
And live while we're young
Woahhh oh oh oh
Woahhhh oh oh oh
And live while we're young
Woahhh oh oh oh
Tonight let's get some
[HARRY STYLES]
And live while we're young
[ZAYN MALIK]
Hey girl, it's now or never, it's now or never
Don't over-think, just let it go
And if we get together, yeah, get together
Don't let the pictures leave your phone, ohhhh
[NIALL HORAN]
Yeah, we'll be doing what we do
Just pretending that we're cool
So tonight
[ALL]
Let's go crazy, crazy, crazy till we see the sun

I know we only met but let's pretend it's love
And never, never, never stop for anyone
Tonight let's get some
And live while we're young
Woahhh oh oh oh
Woahhhh oh oh oh
And live while we're young
Woahhh oh oh oh
Tonight let's get some
[HARRY STYLES]
And live while we're young
[ZAYN MALIK]
And girl, you and I,
We're 'bout to make some memories tonight
[LOUIS TOMLINSON]
I wanna live while we're young
We wanna live while we're young
[ALL]
Let's go crazy, crazy, crazy till we see the sun
I know we only met but let's pretend it's love
And never, never, never stop for anyone
Tonight let's get some
And live while we're young
Crazy, crazy, crazy till we see the sun
I know we only met but let's pretend it's love
And never, never, never stop for anyone
Tonight let's get some
And live while we're young
Wanna live, wanna live, wanna live
Come on, younnngg
Wanna live, wanna live, wanna live
While we're young
Wanna live, wanna live, wanna live
[HARRY STYLES]
Tonight let's get some
[ZAYN MALIK]
And live while we're young

Selasa, 14 Agustus 2012

Caitlin Victoria Beadles ♥

Di sore yang cerah ceria syalala ini gue mau pos tentang kecelakaan yang dialami Caitlin Beadles. Sumbernya gue dapet dari FP Indonesia Love Justin Bieber. Cekidot...



Aku baru saja mulai tahun pertama saya di sekolah tinggi dan memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan di teman saya rumah danau dengan tujuh teman-teman lain pada bulan Agustus 2009. Kami memiliki ledakan. Saya terus berkata pada diriku sendiri, 'Tahun ini akan luar biasa. " Kami menghabiskan hari pertama keluar pada musik danau menggelegar, tabung, pesantren lutut, asrama terbangun, dan hanya bersenang-senang - hanya menempatkan hidupmu, melupakan segalanya, kecuali apa yang sedang terjadi saat itu.

Dua dari teman-teman saya dan saya naik Jet Ski, sedangkan kru hendak pergi di danau dalam perahu yang akan ditarik oleh perahu. Kami memiliki ledakan, gelombang melompat, melakukan donat, dan membalik semua orang dari Jet Ski. Kita semua membalik Jet Ski atas dan di air mengeluh tentang betapa air menjejalkan sampai telinga kita terluka, dan bagaimana kita telah whiplash. Berpikir bahwa itu buruk, kita tidak bisa membayangkan apa yang belum datang.

Ini lucu bagaimana kita akan rintisan jari kaki, atau sakit kepala dan mengeluh tentang itu. Tetapi seseorang selalu lebih buruk dari Anda, tidak peduli seberapa buruk sesuatu tampak. Saat kami mendaki kembali pada Jet Ski, itu diisi dengan air sehingga kami semua melompat turun. Saya yang lain dua temannya di sisi kiri sementara aku di sebelah kanan. Saat aku menoleh, aku melihat perahu menyeret kanan perahu datang padaku. Sopir itu melihat ke belakang, sehingga ia tidak pernah melihat saya. Bahkan sebelum aku bisa mencoba untuk berenang menjauh dari itu, saya melemparkan kepalaku kembali. Baling-baling dicincang kaki kiri saya, dan mengoyak otot saya, saraf, kulit, dan arteri utama yang mengarah ke hati saya.

Tiang logam yang melekat pada baling-baling pergi melalui kaki kanan saya dan patah tulang paha saya. Aku melihat kembali secepat Saya dipukul, dan teman-teman saya di perahu berlari saya lebih juga. Orang mengemudi perahu bahkan tidak tahu dia memukul saya sehingga ia terus mengemudi.

Aku menunduk dalam air dan semua yang kulihat adalah warna merah, seperti di Jaws ketika kaki robek hiu seseorang off. Aku bisa melihat otot dan kulit mengambang di air, dan aku berkata pada diriku sendiri untuk tidak melihat kakiku tapi tetap. Saya melihat kaki saya pada dasarnya off dan dipotong. Aku melihat tulang saya dan setiap detail kecil. Aku menatap wajah teman-teman saya di sampan. Mereka mendengar dentum memukul sesuatu, dan berbalik untuk melihat air berwarna merah. Mereka mulai menangis histeris, menjerit, dan panik. Sepanjang waktu aku terus mengatakan pada diriku sendiri, "Tidak apa-apa. Ini hanya mimpi. Saya akan bangun sebentar lagi. Dan bahkan jika tidak, saya dapat menggunakan salah satu kaki palsu, kan? "

Itu adalah nyeri yang paling menyiksa yang pernah saya rasakan. Bayangkan seseorang menggergaji kaki Anda dari dalam gerakan lambat. Ayah sahabat saya, yang mengemudi perahu, kembali dan melompat di dalam air segera setelah mereka menyadari bahwa mereka memukul saya. Dia mengambil saya dan menempatkan saya pada Jet Ski, yang merupakan keajaiban dalam dirinya sendiri karena dia tidak bisa mengangkat satu lengan di atas kepalanya karena cedera masa lalu.

Dia membawa saya ke dermaga dan membaringkanku. Aku tidak bisa meluruskan kaki saya atau bahkan mengontrol mereka. Saya melihat dia panik dan berbisik kepada istrinya bahwa itu tidak terlihat bagus. Aku tahu mereka berusaha untuk tidak menakut-nakuti aku. Aku hanya menatap awan dan berharap rasa sakit akan pergi. Aku bisa merasakan diriku semakin lemah dan lemah, tidak mampu menjaga mata saya terbuka. Aku merasa pusing, dan semua orang begitu buram dan dalam gerakan lambat. Seperti aku ingin memejamkan mata, aku tidak bisa. Mereka membuat saya berbicara begitu aku tetap sadar karena saya kehilangan darah begitu banyak oleh kedua. Tidak banyak lagi dan saya tidak akan ada yang tersisa darah - saya akan mati.

Sahabatku berdiri di atasku, memegang saya dan menyikat rambut dari wajahku. Dia berdoa, memberitahu saya untuk tidak menyerah, dan mengatakan aku harus tinggal bersamanya. Aku menatap wajah-wajah temanku yang lain '- yang berdoa dan menangis dalam lingkaran - mengetahui ada kesempatan baik bahwa akan menjadi saat terakhir aku melihat mereka. Saya pikir saya akan mati, tapi aku harus terus berjalan untuk mereka karena saya tidak ingin mereka melihat aku mati.

Rasanya seperti kami menunggu ambulans selama berjam-jam. Orangtua temanku membungkus kakiku dengan handuk dan menempatkan satu ton tekanan pada mereka untuk menghentikan pendarahan. Aku mendengar sirene semakin dekat dan dekat. Aku takut - takut mereka akan menyakiti bahkan lebih pada saya. Saya kira saya tidak perlu menonton semua episode ER dan House.

Sebagai paramedis berlari ke arahku, aku meraih tangan mereka dan memohon, "Masukan saya keluar! Tok saya keluar! Silahkan membiusku! " Mereka bergegas masuk ke dalam ambulans sehingga kami bisa pergi ke mana helikopter sedang menunggu. Jalan adalah jalan tanah bergelombang penuh dengan batu, dan itu siksaan terpental sekitar di belakang.

Mereka membuat saya ke helikopter tapi butuh waktu yang sangat lama untuk pergi, karena mereka tidak bisa meluruskan kaki saya. Mereka akhirnya kehabisan gas dan harus membawa saya ke rumah sakit terdekat, bukan, tetapi hal terakhir yang kuingat adalah memasuki helikopter. Itu karena saya flatlined, yang berarti berhenti hati Anda dan Anda mati. Mereka tidak bisa membawa saya kembali, dan benar-benar menyerah dan mengumumkan waktu dan tanggal kematian saya.

Jika bukan karena "malaikat" saya - seorang pekerja medis darurat helikopter penerbangan kehidupan dengan anak usia saya - saya tidak akan berada di sini sekarang menceritakan kisah saya. Saya flatlined di helikopter karena aku mati kehabisan darah setelah mengiris arteri femoralis saya selama kecelakaan itu. Orang yang bekerja pada saya hampir berhenti, tapi ibu ini mendapat emosional dan memintanya untuk tidak menyerah. Dia mempertaruhkan pekerjaannya untuk menyelamatkan saya, dan untungnya dia berhasil.

Mereka membawa saya ke Universitas Alabama Birmingham, trauma kritis dan rumah sakit terbakar. Mereka langsung bergegas masuk ke dalam operasi, dan saya bangun selama operasi karena saya flatlined sekali lagi. Mereka tidak bisa memberikan anestesi lagi karena ada 99 persen kemungkinan bahwa saya tidak akan bangun.

Aku terjaga dan waspada untuk operasi keseluruhan. Aku tidak bisa bergerak, tidak bisa berkedip, tidak bisa bicara. Aku mencoba berteriak, tapi aku diberi obat untuk melumpuhkan saya. Aku bisa mendengar mereka berkata, "Kami akan harus mengambil kakinya. Oke, kita akan mengamputasi itu. " Bayangkan betapa aku panik pada saat ini. Mereka akan mengamputasi kaki saya dan saya sudah bangun! Heck no! Saya meminta mereka untuk tidak mengambil kakiku, tapi tak ada gunanya karena mereka tidak bisa mendengarku. Rasanya seperti memiliki pengalaman tubuh luar.

Aku bisa mendengar mereka berkata tidak ada cara yang mungkin saya akan pernah berjalan lagi, atau hidup normal dengan atau tanpa kaki. Orang tua saya menunggu di luar dan panik karena mereka tidak tahu apakah aku akan keluar dari pembedahan hidup-hidup. Para dokter mengatakan kepada mereka bahwa mereka melakukan yang terbaik yang mereka bisa, tapi itu tidak terlihat bagus. Mereka melaju dua jam setelah mendapatkan panggilan bahwa aku terluka. Mereka tidak tahu betapa ekstrem luka saya dan sekarang mereka hadapi tidak pernah melihat gadis mereka lagi.

Aku ingat terbangun beberapa hari setelah operasi, dan aku sendirian di kamar dengan dinding putih. Aku tidak bisa berbicara atau bergerak sedikit. Saya punya tabung pernapasan, dan mereka memotong terbuka rusuk dan disisipkan dua tabung dada. Saya garis di dada saya memompa darah kembali ke dalam diriku. Saya memiliki lebih dari 6.000 jahitan di satu kaki dan batang di kaki yang lain yang berlangsung dari pinggul ke lutut saya. Saya telah beberapa transfusi darah dan diperlukan lebih dari 20 unit darah.

Namun, dokter bedah saya menakjubkan dan mampu memperbaiki saraf saya, otot, dan kaki bagian saya kembali bersama-sama. Tidak ada saraf di kaki kiri saya benar-benar diperbaiki, dan ketika aku berjalan terlalu banyak itu membengkak sangat besar. Sangat mudah bagi saya untuk mendapatkan gumpalan darah, sebagai paru-paru saya, perut, dan hati telah runtuh.

Hari berlalu, yang terasa seperti bulan. Aku takut. Takut rasa sakit. Takut apa masa depan hidup saya akan. Rasanya aku hampir tidak melihat orang tua saya ketika saya sedang di Unit Perawatan Intensif. Ketika orang datang di kamar saya, saya biasanya tetap menutup mata saya. Mereka pikir aku sedang tidur, tapi aku benar-benar mendengarkan semua berita buruk. Aku hanya ingat beberapa orang melihat saya di ICU, meskipun ton orang datang. Sahabatku tidak akan meninggalkan sisi saya, dan melihat air matanya membuat patah hati saya, karena saya belum pernah melihatnya menangis sebelumnya. Ayah teman saya, yang menghentikan perahu dan terjun ke air, juga mengunjungi saya. Saya tidak bisa bicara tapi aku mengucapkan "pahlawan" kepadanya karena telah menyelamatkan hidup saya.

Sangat sulit untuk tidak bisa bicara. Mereka tabung tenggorokanku yang pada dasarnya bernapas bagiku. Aku tidak bisa berkomunikasi sama sekali. Orang yang paling saya ingat mengunjungi saya adalah seseorang benar-benar istimewa bagi saya. Seseorang yang saya marah, seseorang yang sakit, orang yang menyakiti saya. Kata-kata terakhir kami sangat kebencian, dan hanya melihat wajah mereka membuat saya menyadari sesuatu - siapapun dapat pergi setiap saat.

Saya mulai menulis kata-kata sederhana karena aku tidak bisa bicara. Rasa sakit merasa seperti itu hanya semakin parah. Minggu berlalu dan mereka memindahkan saya ke lantai yang berbeda. Orang-orang bisa mengunjungi saya setiap saat sekarang, tapi aku masih tidak bisa bergerak jadi aku menghabiskan sepanjang hari di tempat tidur.

Aku menangis hampir setiap hari karena aku ingin keluar dari sana. Aku ingin sesuatu untuk rasa sakit. Aku lelah menjadi bantalan pin manusia mereka. Setiap malam mereka akan mengambil darah, dan setiap tiga hari saya harus mendapatkan IV baru tanpa mati rasa. Saya mulai mendapatkan luka.

Aku akan gila, tapi hari demi hari saya mulai untuk menjadi lebih seperti diriku. Beberapa gadis-gadis dari danau datang dan melihat saya, jadi saya memutuskan untuk memainkan lelucon kecil pada mereka karena aku seperti orang iseng yang!

Aku di tempat tidur, tak bisa bergerak, dan Anda hampir tidak bisa mendengar suaraku. Semua orang hanya berdiri di sana menatapku dengan air mata di mata mereka. Saya membenci semua orang menjadi begitu sedih. Ibuku bertanya, "Caitlin, kau tahu siapa orang-orang ini?" Ya. "Apakah Anda tahu nama mereka?" tanyanya, dan aku terbata-bata, "Maarrgaret, Nancy, Katiee." Mereka tidak 'nama, dan setelah semua orang memandang ibuku seperti mereka akan menangis, aku berkata, "teman-teman saya, saya bermain-main dengan ya'll!" Aku hanya ingin melihat mereka tersenyum!

Hari berlalu, operasi lebih terjadi, dan saya menerima campuran dari kabar baik dan buruk. Saya bisa transfer ke lantai rehabilitasi rumah sakit saya menghabiskan waktu di sebelumnya. Aku punya jadwal, dan setiap hari saya bekerja gelandangan saya off. Aku harus belajar bagaimana untuk menggerakkan kaki dan berjalan lagi. Mereka akan membangunkan saya pukul 7 pagi untuk kelas angkat berat. Meskipun naik saraf saya bagaimana mereka akan menerobos masuk, menyalakan lampu terang, dan tarik lembaran off dari saya, saya tahu ini benar-benar penting. Saya minta lima bobot pon, tapi diberitahu, "Sweetie, itu terlalu banyak untuk Anda. Mari kita pergi dengan berat satu pon. " Saya pikir itu benar-benar lucu.

Aku harus mendapatkan ditembak di perut saya dua kali sehari. Sungguh menyakitkan lebih buruk daripada mendapatkan darah Anda diambil. Aku bertanya pada dokter ketika itu akan berakhir, dan dia berkata ketika aku mulai berjalan. Aku bertekad untuk menghentikan tembakan-tembakan, jadi setiap hari aku akan mengambil beberapa langkah dengan alat bantu jalan, perlahan-lahan membaik. Minggu berlalu, dan aku mulai mengambil langkah-langkah lebih dan lebih.

Akhirnya, saya bisa pulang ke rumah setelah hampir tiga bulan di rumah sakit. Saya masih melakukan terapi fisik tiga kali seminggu, jadi aku akan bisa berjalan 100 persen lagi dan mendapatkan kekuatan dan otot punggung. Saya memiliki lymphedema di kaki kiri saya, yang menyebabkan pembengkakan, jadi aku harus memakai ini selang jelek. Saya tidak punya perasaan di kaki kiri saya karena semua sarafku dipotong. Aku tidak bisa berjalan untuk jarak atau kaki saya ditutup. Di atas semua itu aku memiliki penyakit Crohn, asam refluks buruk, arthritis, dan beberapa hal lainnya. Namun, saya terus mendorong melalui.

Ini seluruh pengalaman telah membuat saya orang yang lebih rohani. Banyak dari Anda mengatakan, 'Tidak ada cara yang mungkin orang bisa begitu dekat dengan Tuhan. " Nah ketika Anda telah melalui apa yang saya miliki, Anda menjadi sangat dekat. Saya menjamin bahwa jika bukan karena Allah dan begitu banyak orang berdoa untuk saya, saya akan mati sekarang. Ya, saya merasa frustrasi, dan kadang-kadang saya marah dan bertanya, 'Mengapa? Mengapa ini terjadi? " Saya masih di jalan menuju pemulihan, dan ada hari-hari ketika aku merobohkan dan hanya ingin menyerah, tapi apa pun adalah mungkin dengan Tuhan di sisi Anda.

Hidupku benar-benar berubah dari kecelakaan ini. Saya tidak suka orang menatapku, dan mengatakan aku berbeda karena saya memiliki bekas luka jelek di kaki saya, atau saya menggunakan kursi roda kadang-kadang. Aku hanya ingin merasa baik dan tidak memikirkan apa yang saya tidak bisa melakukan lagi. Aku bukan pemandu sorak, pemain tenis, pengendara kuda, dan aku bukan mahasiswa-lurus A. Aku tidak bisa mewujudkan impiannya lama saya, atau menikmati hal-hal yang digunakan untuk mencintai. Hal-hal tidak datang dengan mudah kepada saya lagi - saya bekerja keras hanya untuk keluar dari tempat tidur setiap pagi.

Tapi aku yakin aku pergi melalui ini karena suatu alasan, dan Tuhan akan menggunakan suatu hari karena itu. Saya berharap kecelakaan saya mendorong banyak gadis muda lainnya untuk bertahan melalui apa pun tantangan yang mereka hadapi. Itu membuat saya tersenyum untuk berpikir bahwa keberanian saya dan kekuatan akan membantu orang lain begitu banyak untuk menjadi kuat, juga.


Bisa bayangin gak, guys? Gue ngeri loh bacanya. Pahanya Caity dijahit nyampe 6000 jahitan. Sampe sekarang bekasnya pun masih ada tapi dia gak minder dengan bekas lukanya itu. Sementar gue yang *uhuk* punya 4 titik bekas luka aja minder dan sering gue tutupin pake jam tangan atau gelang. Tapi itu duluuuuuuuuuuuuuu....
Sekarang gue pede dengan luka itu yang gak seberapa sama punya Caity. She's a strong girl and a good role model


Ini bekas lukanya Caitlin (lihat paha kiri)
Ngeri deh. She's very strong :')




Beautiful angel







Minggu, 29 Juli 2012

Gak tau juga ini apa

"Halo, nama saya Pamela Devi Cahyarini. Bisa dipanggil Pamela. Saya dari SMP N 1 Jatiroto. Alamat saya di Jatiroto" :)

^
^
^
^
^
^

Kira-kira begitulah bunyinya perkenalan gue di kelas baru. *beep dan krik*

Okedo cemans, jadi gue kan ceritanya udah SMA. Udah putih-putih abu gitu. Kata orang juga udah gede, walopun menurut gue gue tetaplah makhluk kecil yang lemah dan tak berdosa (?)

Skip! Lupakan! Abaikan! Buang ke lautan! -_-
Jadi gue sekarang juga terdaftar sebagai anak kos. Spell it well! A n a k k o s. Sebenernya gue seneng tapi agak gimana gitu ninggalin rumah. Tapi demi ilmu mamen, gue rela :')

Dan sekarang gue males balik ke kos. Okesip




Penuh Cinta dan Kasih Sayang
-Istrinya Niall :*

Rabu, 04 Juli 2012

Payphone - Maroon 5 feat. Wiz Khalifa Lyrics

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

Yeah, I, I know it's hard to remember
The people we used to be
It's even harder to picture
That you're not here next to me
You say it's too late to make it
But is it too late to try?
And in our time that you wasted
All of our bridges burned down

I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

You turned your back on tomorrow
Cause you forgot yesterday
I gave you my love to borrow
But just gave it away
You can't expect me to be fine
I don't expect you to care
I know I've said it before
But all of our bridges burned down

I've wasted my nights
You turned out the lights
Now I'm paralyzed
Still stuck in that time when we called it love
But even the sun sets in paradise

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

Now I'm at a payphone....

[Wiz Khalifa]
Man work that sh*t
I'll be out spending all this money while you sitting round
Wondering why it wasn't you who came up from nothing
Made it from the bottom
Now when you see me I'm stunning
And all of my cars start with the push up a button
Telling me the chances I blew up or whatever you call it
Switched the number to my phone
So you never could call it
Don't need my name on my show
You can tell it I'm ballin'
Swish, what a shame could have got picked
Had a really good game but you missed your last shot
So you talk about who you see at the top
Or what you could've saw
But sad to say it's over for
Phantom pulled up valet open doors
Wiz like go away, got what you was looking for
Now ask me who they want
So you can go and take that little piece of sh*t with you

I'm at a payphone trying to call home
All of my change I spent on you
Where have the times gone
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

If happy ever after did exist
I would still be holding you like this
All those fairytales are full of sh*t
One more stupid love song I'll be sick

Now I'm at a payphone....