Sabtu, 23 Maret 2013

Best March!

Udah tanggal 23 Maret. Hmm, kemana perginya waktu ya?

Oke, jadi gue bingung nih mau ngepos gimana. Gue tiba-tiba pengen pura-pura kena amnesia ringan, jadi gue lupa gimana caranya bisa nulis kaya dulu lagi (^ ^)V

Oke oke, cukup! Lupakan!

FYI, gue tadi baru aja nulis tentang suatu tempat yang jadi khayalan gue akhir-akhir ini. Dan gak tau kenapa gue kebayang-bayang kata-katanya Harry ke Uncle Vernon di seri ketiga yang berbunyi "Anywhere is better than here".

Gitu sih kalo gak salah. Dan gue gak tau kenapa (TT..TT)

Ngomong-ngomong soal tanggal 23 Maret, besok berarti tanggal 24 Maret. Dan itu akan menjadi sumber kegalauan nomor wahid gue. Kenapa? Karena kakak perempuan gue yang beda ortu dan terpisah sejak lahir bakal konser di Jakarta besok. Dan gue gak bisa hadir ngasih dia dukungan dan pelukan. And you know what? Sebagai adik yang baik gue merasa buruk.

Oke oke, kayanya amnesia ringan gue udah agak memudar :3

Dan sejujurnya yang lebih bikin gue merasa buruk adalah beberapa hari yang lalu gue baru follow akun twitter fanbase Lovatic, dan gue baru tau kalo mereka bikin projek buat Demi. Yang gak kecenya itu, gue telat tau infonya. Gue jadi agak down. Dan gue pengen banget garuk-garuk tembok sambil ngejambakin rambutnya selena sampe tumpeh-tumpeh -_-

But at least, gue tinggal di Pulau Jawa dan Jakarta terletak di Pulau Jawa. Jadi seenggaknya, gue pernah memijaki pulau yang sama seperti yang dipijak Demi. Gue tau ini lebih sederhana daripada sederhana dan bisa dikategorikan mengenaskan juga, tapi gue bangga! Dan gue bakal support Demetria Lovato Devonne sampe kapanpun!!



Salam Super, Para Lovatic Tercinta :*


PS: Maret kali ini a-w-e-s-o-m-e banget loh. Dan gue pengen berterimakasih banget sama orang-orang yang udah bikin Maret ini jadi Maret terbaik yang pernah terjadi di hidup gue, khusunya orang-orang yang udah bikin tanggal 11 Maret jadi tanggal yang gak terduga. Gue cinta kalian semuaaaa :3


xoxo~

Sabtu, 02 Maret 2013

Ada Cerita di Koridor 6

Aku mencoba menulis ini berkali-kali. Tapi belum juga kutemukan kata yang tepat. Kata-kata yang akan mewakili perasaanku padamu. Berhari-hari aku menunggumu di koridor 6. Sekedar untuk melihat parasmu dan berkata hai. Tapi belum juga kutemukan keberanianku. Keberanian untuk jujur terhadap dirimu. Berpuluh-puluh surat telah kubuat, kulipat, dan duletakkan di amplop. Lalu hanya bersemayam di kotak kecil usang di kamarku. Sempat kubawa saat menunggumu di koridor 6. Namun hanya kuremas dan kumasukkan ke saku. Dan sesampainya di rumah, kembali kurapikan dan kusemayamkan bersama amplop-amplop lainnya dan perasaanku yang tetap terpendam.

Asa. Semangat. Itulah yang aku rasa saat melihatmu di pagi hari. Mengawali hariku dengan sempurna. membuatku ingin selalu pergi ke sekolah, bahkan di Hari Minggu. Walaupun aku tahu betul, melihatmu berlalu di depanku saja sudah membuat lidahku kelu. Apalagi melihatmu menyunggingkan senyuman manis ke arahku, sudah pasti membuat tubuhku beku secara otomatis.

Aku belum tahu sampai kapan aku akan begini. Mengagumimu dalam diam lalu menyisipkan hadiah-hadiah kecil ke lokermu. Mengharapkan kedatanganmu dengan cemas lalu bersembunyi di balik pintu saat kau berjalan mendekat. Merajut rasa cintaku tanpa tahu akan kuberikan atau tidak rajutan itu. Segalanya memang belum pasti. Hanya satu yang ku tahu, aku tetap menantimu di koridor 6 ini. Tulus. Tanpa jemu. Setiap hari.


180213.P