Minggu, 04 November 2012

Inilah Kawan!

Sumpah Pemuda-nya memang sudah seminggu yang lalu. Tapi ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan? Oke, jadi saya di sini mau ngepos tentang beberapa hal yang berkaitan dengan Sumpah Pemuda. Kalau menurut saya, di sini saya akan lebih cenderung membandingkan sih.

Oke, jadi pertama kita harus mengetahui teks Sumpah Pemuda yang diikrarkan 28 Oktober 1928 yang berbunyi:
1. Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satu, tanah air Indonesia
2. Kami Poetra dan Poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satu, bangsa Indonesia
3. Kami Poetra dan Poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia

Pada teks pertama, tertulis bahwa kita -seharusnya- bertumpah darah yang satu yaitu tanah air Indonesia. Tapi yang kita lihat saat ini, kerap kali terjadi tawuran antar pelajar yang hanya dikarenakan alasan sepele. bahkan sudah menjadi tradisi pun dijadikan kerap dijadikan alasan. Padahal pemuda-pemudi zaman dahulu berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Sementara pemuda-pemudi saat ini mengisi kemerdekaan dengan 'begitu'?

Kemudian tertulis juga bahwa pemuda-pemudi Indonesia berbangsa satu yaitu Bangsa Indonesia. Pemuda-pemudi zaman dahulu merasa sangat bangga karena terlahir sebagai orang Indonesia. Sementara yang kita lihat saat ini, banyak pemuda-pemudi yang lebih bangga jadi bangsa lain. Mau bukti? Lewat lagu contohnya, sekarang ini kebanyakan kalau ditanya lebiha hafal mana antara lagu-lagu nasional/daerah dan lagu-lagu KPop/barat pasti langsung menggemakan lagu-lagu KPop dengan gaya ala boy/girlband. Atau kalau tidak ya   langsung menyanyikan lagu penyanyi barat favorit mereka dengan gaya khas si penyanyi. Pemuda-pemudi masa kini juga lebih bangga mengaku menjadi bangsa lain. Mereka sering ngaku-ngaku lahir di negara lain. Ckckckck mau jadi apa bangsa ini, kawan?

Selanjutnya, tertulis juga bahwa pemuda-pemudi Indonesia menjunjung bahasa persatuan yaiutu Bahasa Indonesia. Tapi sekali lagi yang kita lihat saat ini sudah terdapat banyak penyimpangan. Perlu contoh?
-Dahulu: Boediman
-Sekarang: BueDhiiE IngiiEntzH tElcHenyuuMh
Kontras!
-Dahulu: Serius? Beneran? Demi apa?
-Sekarang: Ciyus? Enelan? Miapah?
MIAYAAAAMM!!



Oke oke. Saya rasa penjelmaan saya cukup sekian dulu. Semoga pemuda-pemudi yang tersesat itu segera disadarkan demi bangsa Indonsia yang lebih baik.

:)





-Pamela Devi Cahyarini-