Kamis, 13 Maret 2014

Aku Suka Rintikan Gerimis di Pagi Hari

Aku suka rintikan gerimis di pagi hari. Membawa angin sejuk dan nuansa syahdu bersamanya. Yang pada saat-saat ini, aku dapat mengenang hampir semuanya dengan baik.

Aku suka rintikan gerimis di pagi hari. Memberikan ketenangan pada diri. Walau aku tahu, gerimis bagi sebagian orang akan menghambat aktivitas mereka. Tapi bagiku, gerimis adalah penghias langit. Untukku, gerimis ini adalah cerita hati sang langit yang tercurah melalui mega. Yang mewakili perasaan anak manusia, baik senangnya maupun nestapanya.

Aku suka rintikan gerimis di pagi hari. Karena keluargaku akan tinggal menunggu sejenak gerimis yang mereka harap akan berhenti. Aku bisa menghabiskan waktu bersama mereka lebih lama.

Aku suka rintikan gerimis di pagi hari. Dengan itu aku selalu ingat saat aku diantar bapak berangkat sekolah ketika mendung amat menghiasi langit. Karena aku selalu ingat saat bapak akan mengantarku mengaji di kerumunan hujan yang deras.

Aku suka rintikan gerimis di pagi hari. Karenanya aku dapat selalu mengingat besarnya dan beratnya pengorbanan serta perjuangan ibuku.

Aku suka rintukan gerimis di pagi hari. Dengan itu aku dapat mengingat orang yang rela berbasah kuyup saat mengantarku ke rumah, supaya aku tetap kering.

Aku suka rintikan gerimis di pagi hari. Karena kenangan berharga itu memberiku kekuatan, memberiku kebahagiaan yang tak bisa ku ukur berapa banyaknya.

13 Maret 2014
Pamela

Selasa, 11 Maret 2014

My 16 is about to be over

Here are only less than two hours for my 16 :3

I've been troubled about recent days. Many things on my mind. Many problems happened. I'm studying math right now and I think I kinda need something like intermezzo, so I log in to my blogie. This night, I really want to flashback many things happened in my 16.

1. I call this-year-of-mine is unpredictable.
2. I got my best March ever in this 16 (favorited!! Thx my besties and my monster xx).
3. I dated my crush in this 16.
4. My scores increased in 2nd semester but decreased in 3rd semester (not my fav part -_-).
5. I entered the science program finally aah.
6. My sissy graduated from her university program and I got new shoes from my mom lol.
7. I had an amazing school's anniversary event. I had a week long spending time with my monster that time ahahah, and we got wet in the last day. That was very awesome<3
8. I joined the marching band again lol. I really miss it actually.
9. God loved my daddy more so God took him that day. I was crying so hard but my besties were next to me, then my classmates and my mons came to my dad's funeral. It gave me much power that time :') but after all, I just found out that since the day he had gone, I care and love my family more. My mom, my sissy, and I are like bestfriends now. My sissy and I can stay up all night long talking about boys just like bestfriends. My lil brother becomes more mature than he was, even than I am at sometimes (but he is still annoying). I can be more open to my mom. I cherish the time with my lil family and my big families much more than I ever did. I don't wanna lose one or some of them. I don't wanna feel the feeling of losing again.

And about 8.30 pm this evening, my mons sent me a happy birthday wish. He wished me can be a dentist :'D aamiin ya rabbalalamin. He wants to be the first person who wishes me a happy birthday somehow ahah, but I love it. We have stupid fight these recent days but he knows me so well after all.

And... all I want for my 17 are my mom keep healthy, I can be with all the people I love, and last: I hope my Dhamas Alifan Adhie Samudra is still being my gift :)

10.45pm

Senin, 24 Februari 2014

My Mon <3

Inilah yang selalu gue lakukan. Tiap gue sebel sama monster gue, gue inget-inget lagi gimana sabarnya dia ngadepin gue yang kebocahan banget ini, kebaikan-kebaikan dia ke gue, gimana dia nyoba jadi romantis ke gue, dan yang terpenting itu gimana beratnya waktu dulu buat bisa sama dia.

Ini gue gini lagi nih gara-gara dia... em entahlah. Yang jelas gue tadi sebel gara-gara sesuatu, terus koran gue dibales emot. Tambah sebel dong.

Tapi setelah khatam sebel gue terus nginget hal-hal di atas tadi, gue jadi jatuh cinta lagi sama dia (just like in the middle of that september :'3).

Ya walopun dia suka nyebelin, suka ngejekin, terus kalo ngritik itu blak-blakan banget (kadang bikin sakit hati wkwk). But there's no one I can love more than the real him.

Ps: I love you with your simplicity, your imperfections are even beautiful for me. Never change! X

Jumat, 21 Februari 2014

When I Look At You - Miley Cyrus (And my story behind that)

Sekarang gue lagi dengerin When I Look At You nya Miley Cyrus. Awal lagu, gue langsung inget bapak. Karena lagu ini kan soundtrack-nya The Last Song, dan kalian tau sendiri kan ceritanya gimana. Pas bapak masih ada aja, gue selalu nangis tiap liat film itu. Setelah bapak pergi, pas gue liat film itu kedua bola mata gue jadi gede-gede banget. Gue baru sekali liat film itu setelah bapak pergi, dan sekarang gue belum berani lagi liat film itu. Belum lagi tadi siang gue ngimpi keluarga jadi 5 lagi, kita duduk-duduk bareng ngobrol-ngobrol bareng (tapi gue lupa apa aja yang diobrolin) di rumah yang di Perum Tekad Makmur II, Sukoharjo. I'm seriously missing him :'D

And here's the lyric...

Everybody needs inspiration
Everybody needs a son
A beautiful melody
When the nights so long

Cause there's no guarantee
That this life is easy

Yeah when my world is falling apart
When there's no light to break up the dark
That's when I, I, I look at you
When the waves are flooding the shore
And I can't find my way home anymore
That's when I, I, I look at you

When I look at you
I see forgiveness
I see the truth
You love me for who I am
Like the stars hold the moon
Right there where they belong
And I know I'm not alone

Yeah when my world is falling apart
when there's no light to break up the dark
That's when I, I, I look at you
When the waves are flooding the shore
And I can't find my way home anymore
That's when I, I, I look at you

You appear just like a dream to me
Just like kaleidoscope colours that cover me
All I need, every breath that I breath
Don't you know you're beautiful

When the waves are flooding the shore
And I can't find my way home anymore
That's when I, I, I look at you
I look at you

You appear just like dream to me

Dan buat Moncrit, makasih udah bikin senyum, tertawa, dan kuat di waktu-waktu yang berat. Thanks for your ears, your understanding, your holds, your patience, and your supports. Thanks for covering me, thanks for being here, thanks for loving me, thanks for being my daddy's new eyes for me :') X

Jumat, 14 Februari 2014

Opin Oh Opin

Sekarang ini gue lagi liat dunia binatang di trans 7. Terus adek gue bilang pengen melihara burung, soalnya kalo dijual lagi harganya mahal. Nah, gue sendiri bilang pengen melihara kelinci. Kenapa? Karena kelinci enak kalo dipeluk :3 ekek

Ngomong-ngomong soal peliharaan, gue jadi inget kalo pas kelas empat SD dulu gue pernah beli ikan kecil seribuan di deket sekolah. Warnanya putih terus ada bercak-bercak hitamnya, gue sendiri gak tau itu ikan jenis apa (gak kepikiran buat nanya abangnya juga ._.). Itu ikan gue namain Opin. Kenapa Opin? Karena Opin itu versi imut dari 'dolphin', dan waktu itu gue kepengen banget melihara lumba-lumba. Berhubung gue sadar diri gak akan mungkin bisa melihara lumba-lumba, akhirnya ikan kecil seribuan itu gue kasih nama Opin. Gue naruh Opin di wadah aqua gelas yang diisiin air tawar (iyalah, masa diisi sirup).

Semenjak itu, gue sayaaaaaang banget sama Opin. Tiap di sekolah, gue selalu pengen pulang lebih cepet biar bisa ketemu Opin (lah alibi -_- wkwk). Gue sayang sama Opin, dan Opin juga sayang sama gue. Tiap gue sebel sama orang rumah atau temen-temen di sekolah, gue curhat sama Opin. Kalo gue keseeeelll, Opin selalu bisa jadi penghibur gue. Opin baiiiik banget.

Hingga suatu hari pas gue agak kaya, gue beli ikan cupang seharga dua ribu plus wadahnya seharga seribu (lo harus tau gue dulu doyaaaann banget jajan). Gue seneng karena ikannya cantik, warna-warni. Tapi gue tetep sayang sama Opin. Hingga akhirnya, ikan-ikan gue berjumlah 4 ekor. Awalnya gue seneng karena ikan gue lebih banyak dari ikannya adek gue. Tapi lama kelamaan gue mulai pusing ngurusin ikan-ikan ini. Akhirnya, gue sama Nanda (adek gue) iseng pengen membunuh salah satu ikan. Kita pun awalnya nguras wadah ikan-yang-gue-lupa-namanya, ikan itu kita taruh di wadah lain. Terus wadah yang kita kuras itu diisi deterjen, dan si ikan gue masukin ke situ. Gak terima dimasukin aja, gue juga ngocok-ngocok wadah itu. Alhasil, ikan itu mabok berat dan mati. Dan ikan itu gue kubur di kebon rumah, terus gue taburin sinom (daun asem yang masih muda).

Sumpah waktu itu gue labil banget XD
Semenjak itu, 3 ikan gue yang lain nyusul mati, termasuk Opin. Gue akhirnya gak punya ikan lagi. Semenjak itu, gue gak melihara ikan lagi. Waktu Nanda mamerin gue ikan baru, gue gak pengen.

Ekekek :D
Gue sekarang beneran pengen banget melihara kelinci, apalagi kelinci loop yang telinganya turun itu :3 tapi kemungkinan bisanya kecil banget, soalnya gue ngekos dan orang rumah gak sempet ngurus gituan. Dan gue sendiri sama temen sekamar gue (Nindya) lagi merintis bisnis tokek.

Hihihi :3
Bubye.

Selasa, 11 Februari 2014

Rabu, 15 Januari 2014

Hai :)

Hai :)
Malamku tiba. Tapi tak ku jumpai pendar-pendar cahaya itu. Cahaya yang selalu menemani mimpi-mimpiku.

Dia...
Apa kabarnya dia hari ini? Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Apakah dia merindukanku? Apakah ada sesuatu yang dia rasa hilang karena diamku?

Atau...
Baginya aku bukanlah apa-apa? Apa baginya aku bukanlah seseorang yang penting? Apa dia tidak takut akan kehilangan aku?

15/01/13 8:14 pm

Ini masih awal tahun lho :')

Pagiku basah. Aku terbangun dengan tanah yang sembab dan langit yang masih menangis. Yang kulewatkan adalah satu, aku tidak mengharapkan apapun pada hari. Dan hal itu telah aku lakukan semenjak awal Desember. Mengapa? Karena mengharap itu menyakitkan.

Hariku mendung. Tidak aku jumpai kamu bersamaku seperti biasanya. Atau mungkin dirimu sedang menginginkan sesuatu yang luar biasa? Entahlah. Tapi yang menyakitkan adalah kamu tidak menanyakan dan tidak menengok ke belakang. Apa memang sejatinya aku tidak kamu sayang? Entahlah.

Yang membuatku tertampar hari ini, hatiku selalu lemah di hadapan orang lain. Yang membuatku belajar dan bertanya hari ini, apa gunanya mengasihani hati orang lain kalau tidak pernah mengasihani hati sendiri? Yang membuatku tersadar hari ini, kamu berbeda.

15/01/13 2:22 pm